Perbedaan Kewajiban bagi Pembeli dan Penjual Tanah dalam PPJB

Tanah atau property jenis lainnya merupakan salah satu bentuk investasi yang sekarang ini banyak dipilih orang. Alasan memilih berinvestasi menggunakan tanah atau property lainnya karena keuntungan yang menjanjikan. Apabila Anda hendak melakukan sebuah transaksi dari jual beli sebuah tanah, rumah, ruko, atau berbagai jenis property yang lainnya, maka Anda bisa mendengar berbagai jenis istilah dimana harus lah Anda pahami secara benar. Beberapa istilah itu misalnya saja Pengikatan Jual Beli atau PPJB, PJB atau juga AJB. Anda juga harus mengetahui mengenai perbedaan kewajiban pembeli dan penjual tanah dalam PPJB. PPJB sendiri adalah perjanjian pengikatan jual beli. Anda harus paham berbagai hal yang berkaitan dengan hal tersebut.

Berbagai Hal Mengenai PPJB

Sebelum Akta Jual Beli atau AJB yang resmi keluar, maka biasanya akan dibuat PPJB terlebih dahulu. Hal ini agar mengikat antara penjual dan pembeli. PPJB ini sendiri dibuat di Pejabat pembuat akta tanah atau PPAT. Isinya sendiri berkaitan mengenai kesepakatan penjual agar dapat mengikat diri dengan pembeli dan juga adanya pemberian suatu tanda jadi atau disebut dengan uang muka sesuai kesepakatan. PPJB sifatnya adalah bawah tangan dikarenakan pembayarannya yang belum lunas. Isi didalamnya berkaitan mengenai berbagai hal seperti besaran harga, kapan waktu dari peluansannya dan juga AJB yang hendak dibuat.

Kewajiban Pembeli

Ada berbagai jenis kewajiban yang dimiliki oleh pembeli. Contohnya saja membayar cicilan dari rumah atau kabling dan juga sanksi apabila terdapat suatu keterlambatan yang berupa suatu denda. Keputusan dari Menteri Negara Perumahan Rakyat dimana nomor 9 di tahun 1995 dijelaskan bahwa besaran dendanya adalah 2/1000 dari sebuah jumlah angsuran untuk setiap harinya atas keterlamabatan yang sudah terjadi. Calon pembeli sendiri bisa kehilangan uang muka yang sudah diberikan jika adanya pembatalan sepihak. Berbagai hal kewajiban itu tentunya harus diketahui dengan benar agar bisa melakukan jual beli secara legal.

Ketidaksamaan Acte van Eigendom dengan SHM jual Tanah